Baca: 4th ICEHHA Officially Declared: Sustainable Innovation for a Global Future
Solidaritas: Fondasi Internal dan Relasi Eksternal
Soliditas menjadi dasar dalam menjaga kekuatan internal komunitas, termasuk menghargai keberagaman dari segi gender, ras, dan latar belakang sosial. Di sisi lain, solidaritas mendorong terciptanya hubungan eksternal yang harmonis melalui advokasi, bela rasa, dan emansipasi.
“Kader Synergoi diajarkan untuk melihat penderitaan orang lain sebagai tanggung jawab bersama,” tambah Yohanes.
Kolaborasi Inklusif dalam Kehidupan Nyata
Yohanes mengajak Peserta kaderisasi untuk mengeksplorasi makna solidaritas melalui budaya lokal, seperti go’et Manggarai.
Kolaborasi inklusif antara Barnabas, Paulus, Simeon Niger, Lukius Kirene, dan Menahem (Kisah Para Rasul 13:1), menjadi teladan penting.
“Kolaborasi ini mengajarkan bahwa kerja sama lintas latar belakang dapat mewujudkan tujuan bersama,” imbuhnya.
Baca juga: Hari Pertama The 2nd ICEHHA Unika Ruteng Resmi Dibuka
Empati Sebagai Kekuatan Komunitas
“Tersenyumlah dengan orang yang tersenyum; menangislah dengan orang yang menangis,” Yohanes mengajak kader untuk hadir secara empatik di tengah masyarakat.
“Solidaritas bukan sekadar konsep, melainkan aksi nyata yang membawa perubahan positif,” ungkapnya menutup acara.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



