Ruteng, infopertama.com – Upaya tanggap darurat pascagempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Terbukanya kembali akses utama Ruteng–Reo yang sempat tertutup material tanah menjadi titik terang bagi penyaluran bantuan kemanusiaan serta pemulihan mobilitas warga dan tim medis.
Dengan terbukanya jalur vital ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai bergerak cepat menyalurkan logistik prioritas ke berbagai titik pengungsian sejak Minggu (16/8/2026).
Kebutuhan Mendesak dan Penyebaran Logistik
Tim gabungan telah mendistribusikan kebutuhan dasar malam pertama—seperti 1.000 kg beras, air bersih, mi instan, telur, gula, dan kopi—ke titik utama seperti Posko Barangkolong, Posko Pesantren Reo, Kelurahan Mata Air, dan Golo Conggo.


Meski demikian, perhatian ekstra terus diarahkan ke titik-titik penyangga yang masih memerlukan bantuan mendesak (termasuk tenda, terpal, obat-obatan, genset, dan jaringan komunikasi Starlink), seperti SMPN 4 Wangkung, Senggapi, Robek, Golo Sita, Tengku Romot, Watu Baur, Mahima, Watu Tango, Ruis, hingga Bajak.
Data Korban & Distribusi Pengungsi
Berdasarkan laporan pendataan sementara, dampak bencana mencatat 25 korban jiwa, 31 luka berat, dan 88 luka ringan. Total pengungsi yang terdata mencapai 4.649 jiwa yang tersebar di belasan titik serta fasilitas kesehatan:
* Kecamatan Reok (Barangkolong, Golo Sita, Tengku Romot): 2.500 jiwa
* Golo Woi (Kecamatan Cibal Barat): 780 jiwa
* Posko Gencor (Desa Urang, Lelak): 404 jiwa
* Robo (Desa Ranaka, Wae Ri’i): 315 jiwa
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel













