Jalur Ruteng–Reo Kembali Terbuka, Bantuan Logistik Mulai Menjangkau 4.649 Pengungsi

* Pesantren Reo: 250 jiwa

* Posko Lehot (Desa Ndiwar, Lelak): 160 jiwa

* Bangka Jong (Wae Ri’i): 104 jiwa

* Bea Waja Pagal (Cibal): 80 jiwa

* Fasilitas Kesehatan: RSUD Ruteng (150 jiwa), Puskesmas Reo (63 jiwa), RS St. Rafael Cancar (15 jiwa), dan Puskesmas Pagal (10 jiwa, termasuk 2 ibu hamil).

Pendataan bagi warga yang melakukan pengungsian mandiri juga terus dilanjutkan agar tak ada satu pun warga terdampak yang terlewat dari jangkauan bantuan.

Fasilitas Publik Rusak Berat

Gempa turut merusak infrastruktur krusial di wilayah Reo dan sekitarnya. Kantor Camat Reo, Puskesmas Reo, RS Pratama, empat kantor kelurahan, Kantor Syahbandar, sejumlah tempat ibadah (gereja dan masjid), serta fasilitas pendidikan dari jenjang TK hingga SMAK dilaporkan mengalami kerusakan berat dan sedang dalam proses asesmen fisik.

Sinergi Lintas Sektor & Imbauan Keselamatan

Penanganan darurat ini melibatkan kerja sama solid antara Pemkab Manggarai, TNI/Polri (Polsek, Koramil, Polair, Pos AL), tim medis, PMI, SIBAT, Depo Pertamina Reo, hingga relawan lokal.

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta secara tegas untuk tidak beraktivitas di dalam bangunan yang struktur fisiknya telah retak atau rusak guna mengantisipasi risiko bahaya lanjutan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel