Kedua, institusi perlu melihat ini sebagai momentum refleksi bukan sekadar menjaga citra, tetapi membangun sistem dukungan psikologis bagi anggotanya dan keluarga mereka.
Pada akhirnya, skandal seperti ini bukan hanya tentang siapa yang salah, tetapi tentang apa yang gagal kita bangun sebagai manusia: kemampuan mencintai dengan tanggung jawab, mengelola dorongan dengan kesadaran, dan menjaga kepercayaan sebagai nilai yang tak tergantikan. Jika ruang privat saja tak mampu kita jaga, bagaimana mungkin kita berharap ruang publik tetap kokoh?
Kasus ini, sekali lagi, adalah cermin. Dan yang tercermin di dalamnya bukan hanya individu yang terlibat, melainkan kualitas psikologis kita sebagai masyarakat.
★Dosen di Fakultas Psikologi UST Owner Harmonia Psychocare Student Ph.D. (Social and Bevarioral Science) at Asia e University (AeU) in Malaysia
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan