Ruteng, infopertama.com – Memiliki kelebihan berupa pendidikan tinggi, penampilan fisik yang menarik, hingga penghasilan yang melimpah merupakan anugerah yang patut disyukuri.
“Namun, bukan kecantikan yang berbahaya. Bukan pendidikan yang salah. Bukan pula penghasilan yang perlu ditakuti. Yang perlu diwaspadai adalah ketika semua anugerah itu tidak lagi dipimpin oleh hati yang bijaksana, melainkan oleh hawa nafsu dan ego.”
Dalam psikologi, setiap manusia memiliki dorongan untuk dihargai, diakui, dan merasa bernilai.
Dorongan ini adalah sesuatu yang normal. Namun ketika kebutuhan tersebut berubah menjadi obsesi, seseorang mulai kehilangan kemampuan untuk mengendalikan dirinya.
Tidak sedikit hubungan rumah tangga, pertemanan, bahkan keluarga yang retak bukan karena kekurangan, melainkan karena seseorang gagal mengendalikan kelebihan yang dimilikinya.
Berikut adalah tiga tanda psikologis ketika ego dan hawa nafsu mulai mengambil alih kendali dalam diri seseorang:
1. Pendidikan Tinggi dan Jebakan Over Confidence
Pendidikan pada hakikatnya bertujuan memperluas wawasan dan membentuk pribadi yang rendah hati (humble). Namun, dalam beberapa kasus, bertambahnya gelar akademik justru memicu timbulnya sikap defensif.
Fenomena Psikologis: Kondisi ini berkaitan dengan overconfidence, yaitu kecenderungan seseorang menilai kemampuannya lebih tinggi daripada kenyataan.
Dampak: Kritik dianggap sebagai bentuk serangan, dan nasihat dipandang sebagai upaya merendahkan. Seseorang menjadi lebih sibuk mempertahankan gengsi daripada mencari kebenaran.
2. Kecantikan dan Kehausan akan Validasi Eksternal
Tampil menarik dan merawat diri merupakan hal yang positif. Masalah baru timbul ketika penampilan fisik dijadikan sebagai pusat identitas utama seseorang.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











