Siti Nurbaya di Persimpangan, Jadi Mas Kawin Isu Merger Gerindra–NasDem

Isu Merger Gerindra NasDem turut menyeret nama elit NasDem, Siti Nurbaya yang dinilai sebagai nilai tawar paling ideal mengingat statusnya dalam pusaran kasus Sawit di KLHK (Foto: Ilustrasi AI)

Jika terealisasi, merger ini diperkirakan menggabungkan sekitar 35 juta suara atau 23 persen hasil Pemilu 2024. Kekuatan tersebut berpotensi membentuk poros politik baru yang dominan.

Di sisi lain, NasDem tengah menghadapi tekanan internal. Pengaruh Surya Paloh dinilai menurun sejak partainya berada di luar pemerintahan.

Sejumlah kader penting juga mulai meninggalkan partai. Kondisi ini membuat wacana merger dinilai sebagai jalan keluar untuk menjaga eksistensi politik NasDem.

Muncul pula usulan kenaikan ambang batas parlemen menjadi 8 persen. Kebijakan ini berpotensi menyulitkan partai menengah, termasuk NasDem yang meraih 9,66 persen suara pada Pemilu 2024.

Tak hanya itu, isu lain yang tak kalah menarik Nama Gibran Rakabuming Raka ikut disebut dalam dinamika ini. Ia dikabarkan mempertimbangkan NasDem sebagai kendaraan politik ke depan.

Gejolak di internal NasDem semakin terasa dengan hengkangnya sejumlah tokoh, seperti Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse.

Selain itu, isu regenerasi turut memicu konflik. Dorongan terhadap Prananda Paloh sebagai penerus dinilai mempercepat perpecahan di tubuh partai.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel