Dengan demikian masyarakat jadi punya modal untuk belanja lebih cepat. Uang yang mengalir ke pasar dan toko-toko ini akan ekonomi jadi lebih “hidup” sejak awal tahun.
Sebaliknya jika semua orang belanja di waktu yang sama (menjelang Lebaran), harga barang biasanya melonjak tinggi. Sedangkan kalau THR cair lebih awal, orang bisa cicil belanja dari sekarang, jadi permintaan barang lebih stabil dan harga tidak kaget atau naik gila-gilaan.
Begitupun dengan warung atau toko kecil jadi dapat pemasukan lebih cepat. Uang dari hasil jualan itu bisa mereka pakai lagi buat modal stok barang tambahan untuk menyambut lebaran.
Masyarakat jadi tidak perlu berhutang atau pakai kartu kredit buat persiapan awal Ramadan. Keuangan keluarga jadi lebih tenang karena dana cadangan sudah tersedia di tangan sejak akhir Februari.
Adapun komponen THR Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, serta anggota Polri dan pensiunan meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan/umum, dan tunjangan kinerja.
Khusus untuk CPNS, THR diberikan sebesar 80% dari gaji pokok.
Pencairan untuk pensiunan biasanya mengikuti jadwal yang berdekatan, dengan estimasi serentak sekitar H-10 Idul Fitri atau pertengahan Maret 2026.
Informasi lebih lanjut mengenai rincian besaran per golongan dapat dipantau melalui kanal resmi seperti Sekretariat Kabinet atau Kementerian Keuangan.
Estimasi Nominal THR Berdasarkan Golongan atau Jabatan
Estimasi nominal THR 2026 didasarkan pada akumulasi gaji pokok, tunjangan melekat (keluarga, pangan, jabatan), serta 100% tunjangan kinerja (tukin) bagi pegawai di instansi pusat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











