Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Kita semua dipanggil untuk setia. Setia dengan pilihan dan pangilan hidup kita saat ini. Memang kita sadari bahwa TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DALAM KESETIAAN. Tetapi, ada manusia yang mampu bertahan SAMPAI AKHIR HIDUP karena dan di dalam KESETETIAAN. Kesetiaannya telah menghasilkan buah kesetiaan itu sendiri. Menyadari akan ketidaksetiaan yang sering menggerogoti panggilan hidup kita, maka kita perlu mencabut akar kesombongan dan keinginan diri yang berlebihan akan selalu menjadi hambatan dalam hidup KESETIAAN. Setia untuk sehari atau dua hari itu bisa kita lakukan. Akan tetapi, setia untuk selamanya yang dipenuhi dengan tantangan dan rintangan masih perlu dimurnikan lagi. Apakah kita sungguh mengembangkan bakat dan kemampuan yang ada di dalam diri kita? Semuanya itu butuh kerendahan hati dan doa yang terus-menerus. DOA adalah tali yang mengikat kesetiaan kita dan pupuk yang menyuburkan kesetiaan kita sehingga dapat menghasilkan buah yang bernas dalam hidup dan panggilan kita.
Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Bacaan Injil hari ini memanggil kita untuk hidup dalam kesetiaan; SERBU: Setia dan berbuah Kesetiaan kita ini harus berbuah. Apapun panggilan hidup kita saat ini, kita dipanggil untuk setia. Kita harus mempersembahkan seluruh diri, karya kita kepada Allah agar dari hari ke hari kita, bertumbuh dalam kesetiaan dengan panggilan hidup yang sedang kita jalani hari ini. Bukanlah uang mina itu telah dipercayakan kepada kita masing-masing, seturut panggilan hidup kita saat ini? Mengapa kita masih ragu untuk menggandakannya, berlipat ganda, agar tidak hanya berguna bagi diri kita sendiri tetapi juga bagi sesama dan terlebih lagi bagi kemuliaan Allah? Mari, kita setia dalam pilihan hidup kita saat ini dan persembahkanlah seluruhnya kepada Allah, saat ini juga, jangan tunda lagi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












