Sendal Seribu, Meninggalkan Segalanya bagi Allah

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Sekali lagi, penyerahan diri, PANGGILAN KITA untuk mengikuti YESUS, apapun itu, baik di dalam keluarga, di dalam komunitas, panggilan sebagai kaum terbaptis maupun kaum tertahbis harus kita lakukan dengan penuh CINTA KASIH kepada Allah (bdk Sir 35:1-12) dan disertai dengan muka yang riang (Sir 35:8). BAGI cinta kepada sesama BAGI SUKACITA kepada sesama. BAGI WAJAH YANG CERIA kepada sesama. Dan bukan bagi wajah yang cemberut kepada sesama. Ingat, Paus Fransiskus pernah mengatakan bahwa WAJAH CEMBERUT TIDAK BISA MEWARTAKAN YESUS

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
HARI ini kita mendengarkan kisah tentang upah mengikuti Yesus. YESUS dengan tegas mengatakan kepada Petrus “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
KATA-KATA ini juga dialamatkan kepada kita yang kerap mempertanyakan setiap pemberian diri kita, mempertanyakan jalan yang kita pilih dan tepuh ini, jalan asing, sepi, hening, kecil yang hanya sebagian orang yang ingin melaluinya yang kadang penuh dengan deru debur yang tak kunjung mereda.

YESUS mau mempertegaskan kembali panggilan dan pilihan hidup kita. Jangan pernah takut dan khawatir bila kita sudah memilih untuk mengikutiNya. Kita jangan lagi memikirkan untung-rugi mengikuti YESUS. Jangan lagi memikirkan yang aneh-aneh yang akan mengaburkan motivasi atau semangat dalam mengikuti YESUS. Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana merawat KESETIAAN dalam mengikuti YESUS yaitu dengan melepaskan segala-galanya, melepaskan segala keinginan duniawi kita, melepaskan masa lalu kita, melepaskan luka batin kita, melepaskan kelekatan kita dengan hal-hal duniawi, melepaskan kebiasaan yang buruk dalam hidup kita, melepaskan diri dari sikap egois, sombong, iri hati, cemburu, dendam, benci, dan lain sebagianya. Singkatnya, melepaskan semua yang akan menghalangi penyerahan diri kita kepada Allah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel