Sendal Seribu, Mengalami Kasih Allah yang Membebaskan di Dalam Doa

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Di dalam doa kita akan mengenal diri kita yang sejati, diri kita yang rapuh dan penuh dengan dosa. DOA ADALAH BERJUMPA DENGAN ALLAH DI DALAM BATIN, JIWA KITA SENDIRI.

Tanpa pengalaman perjumpaan ini di dalam doa, maka kita tidak akan sampai pada pengenalan diri kita yang sejati, pada keberdosaan kita. Kita justru lebih cepat menolak diri kita yang penuh dengan dosa dan kelemahan sambil membandingkan diri dengan orang lain.

Persis seperti inilah yang terjadi di dalam Bait Allah, sebagaimana yang dikisahkan dalam bacaan injil hari ini. Sebuah perumpamaan yang dinyatakan oleh YESUS kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah orang lain. Di mana ketika sedang berdoa orang Farisi itu masih memandang rendah pemungut cukai yang juga sedang berdoa bersama dengannya. Orang Farisi itu menganggap dirinya paling hebat sedangkan Pemungut cukai itu, tidak! Di sini terjadi kesombongan rohani yang berlebihan yang justru membawanya semakin jauh dari kasih Allah. Doa membawa kita semakin dekat dengan Allah dan sesama. Di dalam DOA, kita MENGALAMI BELAS KASIH ALLAH yang menatap kita dengan tatapan kasih dan yang merangkul kita dengan penuh cinta. Hanya orang yang sungguh mengalami kasih Allah di dalam doa, dia akan memukul dirinya dan berkata:”YA ALLAH KASIHANILAH AKU ORANG BERDOSA INI” (Luk 18:13), “sebab Allah menyukai kasih setia…dan menyukai pengenalan akan Allah….” (Hos 6:6).

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Marilah kita kembali ke dalam ruang hati kita saat ini. Temukan diri kita yang sedang berdoa. Bersimpuh memohon belas kasih dan pengampunan dari ALLAH. Mari kita alami sendiri, bagaimana KASIHNYA merangkul kita dan menyembuhkan setiap luka dosa di dalam hati kita. Jika kita sungguh telah mangalami kasih Allah di dalam doa-doa kita maka kita akan melihat sesama yang hadir dalam hidup kita dengan tatapan belas kasih, tanpa curiga, sombong ataupun dendam. Berani menyatakan diri berdosa di hadapan Allah, maka dengan sendirinya kita akan mengalami kasih Allah yang membebaskan kita.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel