Sebab, jika tanpa adanya kesadaran pengalaman akan KASIH ALLAH maka hidup kita hanya sebuah hidup yang dangkal, hidup yang tidak layak untuk dihidupi, hidup yang kehilangan cahaya, hidup yang kerdil, hidup di mana kita tidak mempunyai kasih akan ALLAH.
Sampai pada titik ini, sesungguhnya yang terjadi adalah kita belum sampai pada tahap mensyukuri setiap anugerah yang telah TUHAN berikan kepada kita secara Cuma-Cuma. Sebab, ungkapan syukur lahir dari sebuah pengalaman akan KASIH ALLAH di dalam setiap peristiwa kehidupan kita.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
KETIKA kita memiliki KASIH akan ALLAH di dalam hidup kita, maka kita akan menerima YESUS untuk tinggal di dalam hati kita, membiarkan SabdaNya menetap di dalam diri dan hati kita. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus dengan tegas mengatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa di dalam hati mereka, sama sekali tidak memiliki kasih akan Allah. “Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku, dan kamu tidak menerima Aku. “Ketiadaan akan kasih Allah dalam hati inilah yang membuat mereka menolak segala sesuatu yang Yesus kerjakan. Orang-orang Yahudi, para ahli Taurat, MENYELIDIKI KITAB SUCI tetapi TIDAK MEMILIKI HATI AKAN KASIH ALLAH bukanlah itu adalah sebuah kesia-siaan belaka, sebuah kebohongan iman terbesar.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih, Sungguh menjadi jelas bahwa, saat hati terbuka bagi KASIH ALLAH, menerima ALLAH di dalam hati kita, maka pelita HATI kita akan menyala dan bercahaya. Sehingga kita tidak akan memalingkan wajah dan hati kita ke lain hati, persis seperti yang bangsa Israel lakukan yang memalingkan wajah mereka dari KASIH ALLAH, menyimpang kea rah jalan lain.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











