Sendal Seribu, Hidup Dalam Semangat Santu Yusuf

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Sejak awal ALLAH sudah jatuh cinta kepada kita manusia dan selalu ingin menjadikan kita alat di tangan KASIHNYA. Terhadap kisah cinta ALLAH ini kita diundang untuk tidak memalingkan sedikitpun wajah kita dari pancaran kasihNYA. Mungkin, kita akan merasa tidak layak dan tidak pantas, ketika sejenak melihat ke dalam diri dan jejak-jejak yang terekam dalam ingatan di mana kita hanyalah orang biasa-biasanya, tidak terlalu diperhatikan, tidak diperhitungkan, tidak masuk dalam hitungan yang terbaik, tetapi justru dalam ketidaklayakan dan ketidakpantasan kita itu, KASIH KARUNIA ALLAH semakin nyata, untuk membuat kisah di bumi ini bersama ALLAH menjadi indah untuk dikisahkan dan dikenangkan.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Dalam hal ini, kita bisa menempatkan kisah hidup kita dalam kisah Santu Yusuf, “orang yang kehadirannya sehari-hari tidak diperhatikan, bijaksana dan tersembunyi’ tetapi dipakai oleh ALLAH untuk memainkan peran yang tak tertandingi dalam sejarah keselamatan. Di dalam diri SantuYusuf, Yesus melihat kasih ALLAH yang lembut, demikian juga di dalam diri kita saat ini, YESUS melihat percikan kasih ALLAH yang lembut dan penuh kerahiman yang membantu kita untuk menerima kelemahan, ketakutan dan kerapuhan kita.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Dalam injil hari ini, kita melihat bagaimana dalam ketakutan, kecemasan, kerapuhan dan kelemahannya, Bapa Yusuf seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel