Jumat, 04 November 2022
PW. St. Carolus Borromeus
Flp. 3:17 – 4:1; Mzm. 122:1-2,3-4a.4b-5; Luk. 16:1-8.
[Thn. V-SS/306/10/2022]
Marilah kita berdoa: YESUS, SYUKUR BERLIMPAH ATAS RAHMAT PANGGILAN YANG TELAH KAU TANAM DI DALAM DIRI HAMBAMU INI. Penuhilah aku dengan kasih setiaMu, agar aku setia mengikutiMU dengan hati yang tulus dan cerdik untuk menilai dan membaca tanda kasihMu dalam setiap tugas dan perutusanku, kini dan sepanjang segala masa, Amin.
Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
Maka si kaya itu memanggil bendaharanya dan berkata, ‘Apakah yang telah kudengar tentang dirimu? Berilah pertanggungan-jawaban atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh bekerja sebagai bendahara lagi.’
Berkatalah bendahara itu dalam hatinya, ‘Apa yang harus kuperbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku.
Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan kuperbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang mau menampung aku di rumah mereka.’


Lalu ia memanggil satu demi satu orang yang berhutang kepada tuannya. Berkatalah ia kepada yang pertama,
‘Berapa besar utangmu kepada tuanku?’Jawab orang itu, ‘Seratus tempayan minyak.’ Lalu kata bendahara itu, ‘Inilah surat hutangmu. Duduklah dan buatlah surat utang lain sekarang juga:
Lima puluh tempayan.’ Kemudian ia berkata kepada yang lain, ‘Dan Saudara, berapa utangmu?’ Jawab orang itu, ‘Seratus pikul gandum.’ Katanya kepada orang itu, ‘Inilah surat utangmu.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












