Cepat, Lugas dan Berimbang

Sendal Seribu, Allah adalah segalanya dalam hidup

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
Hari ini Gereja merayakan Peringatan Wajib Santo Antonius Abbas. Sejak masa muda, ia sudah menjadi yatim piatu. Membagikan warisan orang tuanya kemudian memilih untuk menjadi pertapa di padang gurun, membiarkan ALLAH menjadikan segalanya di dalam hidupnya. Dalam hening, Santo Antonius sungguh merasakan bagaimana ALLAh menyuburkan iman, harap dan kasih dan memperkuat dirinya untuk semakin memersembahkan dirinya bagi Allah serta semakin mengarahkan hatinya kepada Allah dan kehendakNya. Di dalam hatinya, hanya ada ALLAH.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
Dalam heningnya Padang Gurun, Santo Antonius, Abbas mengajak kita juga untuk sejenak menarik diri dari kebisingan dunia. Sejenak hening bersama Yesus.

Oleh karena itu, kita perlu memberikan waktu di dalam hidup kita untuk hening bersama YESUS. Kita lebih banyak membuang-buang waktu untuk sibuk dengan urusan diri sendiri dan bahkan dengan urusan orang lain lantas lupa untuk menata hati bagi CINTA.

Dalam keheningan inilah, kita sedang membiarkan ALLAH membentuk kembali hati kita yang telah luka akibat dosa dan ketidaksetiaan, membentuk diri kita yang telah disesatkan oleh kegelapan dan kecenderungan jahat. Sebab, ALLAH melihat hati. Ada isi apa dalam hati kita? Kalau ada isi keputusasaan, kemunafikan, kesombongan, kecemburuan, iri hati, dendam dan amarah maka sesungguhnya kita mengisi hati kita dengan kehancuran dan keburukan.

Itu terjadi karena kita menjadikan diri kita tuan atas hidup kita. Kita menganggap diri paling hebat dan benar daripada orang lain. Hati mengabaikan akan hadirnya Allah dalam hidup kita yang seharusnya menjadi tuan atas hidup kita dan membiarkan TUHAN mengisi hati kita. Kalau di hati ada cinta maka tidak ada dusta dan kemunafikan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN