Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
HATI YESUS selalu tergerak oleh belas kasihan ketika melihat penderitaan, kesedihan dan luka. Dia adalah ALLAH yang MENJADI MANUSIA untuk turut merasakan apa yang kita rasakan [menangis bersama orang menangis, tertawa dengan yang terawa].
Tak ada satu pun peristiwa di dalam hidup kita yang terlepas dan terpisah dari cara hidup Yesus. Pada hari ini kita mendengarkan Sabda Allah yang sungguh mengagumkan.
Dalam bacaan Injil, Markus kembali menampilkan pribadi Yesus yang penuh dengan belas kasih Allah. Belas kasih telah menggerakan Yesus untuk menyembuhkan si kusta dari sakitnya, Hari ini, si kusta telah ditahirkan.
Bukan hanya si kusta saja, tetapi kita semua yang hari ini mau datang kepada Yesus, memohon kepadaNya agar Dia mentahirkan kita dari segala sakit yang bersarang di dalam hidup kita, akan disembuhkan. Yesus akan mentahirkan kesombongan kita agar kita lebih rendah hati terhadap sesama dan diri sendiri terutama rendah hati di hadapan Allah.
Janganlah lagi hati kita menjadi tegar dan sombong, tetapi berilah hati kita kepada Allah agar menjadi hati yang penuh dengan belas kasihNya. Selama kita masih memberikan hati kita kepada kegelapan, maka hati kita tidak akan mampu melihat karya agung Allah di dalam hidup kita. Hati menjadi kurang peka terhadap kebutuhan sesama.
Justru sebaliknya, hati menjadi peka terhadap kelemahan dan keterbatasan orang lain untuk menjadi bahan ejekan dan cemoohan.
Kita harus periksa jenis kusta yang kita derita saat ini. Kusta yang menggerogoti cinta kasih, yang melahirkan dendam dan iri hati. Kusta yang menggerogoti kerendahan hati yang melahirkan sikap egoistic terhadap sesama, memandang sesama dengan tatapan curiga dan merendahkan, kusta yang menggerogoti semangat persaudaran sehingga kita mudah menabur kebencian dan menyebarkan gossip kepada orang lain.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






