Cepat, Lugas dan Berimbang

Sempat Miliki Nama Mutiara II, Bandara Komodo Pintu Udara Terbaik Labuan Bajo

Kendati bukan bandara kelas satu seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali, bandara Komodo sudah menerapkan sistem keamanan canggih. Bandara berkode LBJ tersebut telah memasang alat keamanan utama berupa explosive trace detector atau detektor pelacak bahan peledak.

Alat pengaman itu telah terpasang di beberapa bandara-bandara besar seperti di Bandara Internasional Sukarno-Hatta Tangerang, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dan, Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Alat itu dapat mendeteksi partikel dan asap yang berindikasi bahan peledak. Di antaranya seperti Nitroglyserin, TNT, C-4, RDX (Hexogen, Octogan), PETN, ANFO, dan propelan dengan waktu pendeteksian paling lama 10 detik. Hasil deteksi dapat diberikan secara alarm audio dan visual.

Bukan itu saja, detektor canggih itu juga dapat menginformasikan jenis dan identifikasi bahan eksplosif dan bahan lainnya yang terdeteksi. Hasil deteksi dapat ditampilkan di layar monitor tanpa harus menambahkan peralatan lain.

Penambahan alat detektor bahan peledak ini terkait penunjukan Labuan Bajo sebagai tuan rumah KTT ASEAN ke-42, 6-9 Mei 2023. Tak hanya menambah peralatan keamanan, pemerintah juga sejak jauh hari sudah mengatur ulang jadwal penerbangan di Bandara Komodo untuk kelancaran KTT ASEAN 2023.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pihaknya sudah menyiapkan upaya antisipasi untuk menampung pesawat-pesawat yang membawa rombongan delegasi peserta KTT ASEAN 2023 dari 10 negara anggota ASEAN. Hanya pesawat kepresidenan Indonesia yang diperkenankan parkir dan menginap di Bandara Komodo.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN