Sejarah Font Klasik Times New Roman Pada Ijazah Jokowi

Perihal nomor ijazah Jokowi yang disebut-sebut tidak menggunakan klister, tetapi hanya angka saja, Sigit mengatakan, pada masa tersebut, Fakultas Kehutanan memiliki kebijakan sendiri dan belum memiliki penyeragaman dari tingkat universitas. Karena itu, lanjut Sigit, penomoran tersebut tidak hanya berlaku untuk ijazah Jokowi tetapi juga bagi semua ijazah lulusan Fakultas Kehutanan UGM.

“Nomor tersebut berdasarkan urutan nomor induk mahasiswa yang diluluskan dan ditambahkan FKT, singkatan dari nama fakultas,” tuturnya.

Sejarah Font Times New Roman

Dilansir dari Microsoft, font Times New Roman (TNR) merupakan salah satu jenis font serif yang paling dikenal dan banyak digunakan di seluruh dunia. Jenis font ini pertama kali muncul dalam surat kabar The Times of London pada 1932, yang kemudian berkembang menjadi salah satu kreasi font yang paling banyak digunakan.

Diciptakan di bawah arahan Stanley Morison oleh Victor Lardent di The Times, font ini menjadi salah satu yang paling sukses di dunia. Setelah melalui proses pengembangan yang mendalam di Kantor Gambar Huruf Monotype, font ini menggabungkan karakteristik gaya klasik dengan keterbacaan yang tinggi dan efisiensi.

Dikutip dari laman Universitas Stekom, nama Roman dalam font TNR mengacu pada gaya reguler atau roman yang terkadang juga disebut sebagai Antiqua. Jenis huruf Romawi berasal dari pencetakan Italia pada akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16, tetapi desain Times New Roman tidak ada kaitannya dengan Roma atau Romawi.

Surat kabar The Times menggunakan Times New Roman selama 40 tahun, tetapi perubahan teknik produksi dan format dari broadsheet ke tabloid pada 2004 memaksa mereka untuk mengganti jenis huruf lima kali antara 1972 dan 2007.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel