Pendidikan Menurut Forbes
Menurut saya bahwa Data (data) diolah menjadi informasi (information) yang kemudian dipelajari sehingga menjadi pengetahuan (knowledge). Tiga hal penting ini menjadi mata rantai dalam pendidikan. Orang yang memiliki pengetahuan adalah salah satu hasil dari proses pendidikan. Orang menyebut mereka ‘pintar’.
Namun begitu, berpengetahuan saja tidak cukup sebelum ada kesadaran untuk melaksanakan pengetahuan itu. Orang yang paham betul bahwa korupsi akan merusak negara tidak akan banyak gunanya kalau dia tidak memiliki kesadaran untuk tidak melakukan korupsi. Maka dari itu, mata rantai terakhir dari proses pendidikan adalah kebijaksanaan atau (wisdom).
Data yang ada harus diolah menjadi informasi yang menjadi pengetahuan untuk kemudian mengejawantah dalam bentuk kebijaksanaan. Tentu saja kebijaksanaan yang paling nyata adalah tindakan.
Pendidikan yang Memerdekakan

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Demikian ungkapan dari sastrawan terkemuka Indonesia Pramoedya Anata Toer.
Generasi bangsa Indonesia perlu memaknai arti kemerdekaan. Pengalaman sebagai masyarakat bangsa Indonesia yang sudah merdeka meski selalu diisi dengan kebaikan. Selalu berbuat baik kepada sesama dan berjuang tanpa henti meraih masa depan yang lebih baik.
Presiden Joko Widodo mengatakan, “Saya tidak mengatakan Indonesia berada dalam kegelapan. Namun, seharusnya cahaya lebih banyak menyinari negeri ini. Banyak hal buruk kita biarkan. Banyak hal berpotensi tak kita gali. Mungkin selama ini kita tak berani, atau tak percaya bahwa cahaya itu ada.”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






