Namun demikian, santunan tersebut diharapkan menjadi jembatan untuk melanjutkan kehidupan ke depan serta menumbuhkan kembali rasa optimisme, harapan, dan keyakinan bahwa masa depan tetap dapat dijalani dengan lebih baik.
Dalam situasi duka dan kehilangan, negara berupaya hadir memberikan penguatan bagi warganya melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang secara konsisten mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kehadiran negara melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan menunjukkan bahwa negara hadir bukan untuk membawa beban, melainkan untuk memberi manfaat dan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi warganya, termasuk persoalan yang sangat personal seperti kesehatan, kematian, dan masa pensiun,” ungkap Bupati Hery Nabit.
Berdasarkan data kependudukan dan ketenagakerjaan, potensi pekerja di Kabupaten Manggarai, baik penerima upah maupun bukan penerima upah, mencapai 99.542 orang atau hampir 100.000 pekerja. Dari jumlah tersebut, pekerja penerima upah tercatat sebanyak 26.900 orang dan seluruhnya telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan atau mencapai 100 persen cakupan.
Namun tantangan terbesar masih berada pada segmen pekerja bukan penerima upah atau pekerja rentan, seperti pekerja bangunan, pedagang, petani, guru tani, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, dan pekerja informal lainnya. Jumlah potensi pekerja pada segmen ini mencapai 72.636 orang, namun yang telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan baru sekitar 11.390 orang atau sekitar 15,6 persen.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







