Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS
Pandanglah diri sendiri dan sesama dengan tatapan kasih sebab tidak ada manusia yang sempurna. Dalam bingkai injil pada hari ini, YESUS membongkar pola pikir kita yang cepat fokus pada ilalang, pada kelemahan, kekurangan ketimbang pada kehidupan, sukacita yang ada pada gandum. Berkatalah para hamba itu, “Maukah tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?’ Tetapi ia menjawab, ‘Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kalian mencabut lalangnya. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.
Lalang tumbuh ketika benih gandum sudah ditaburkan. Ketika melihat ada ilalang di antara gandum, berkatalah hamba-hamba kepada tuannya agar segera mencabut ilalang. Akan tetapi, kebijaksanaan tuan membiarkan keduanya bertumbuh bersama sampai musim panen tiba. Pada saat itulah baru bisa dipisahkan antara gandum dan ilalang. Tuan memfokuskan pandangannya pada pertumbuhan gandum dan dia yakin hadirnya ilalang tidak akan menganggu pertumbuhan dan perkembangan gandum. Sedangkan, para hambanya memfokuskan pandangan pada ilalang.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS
Perumpamaan tentang ilalang di antara gandum, jika kita tempat ke dalam kehidupan kita maka kita temukan bahwa di dalam diri kita ada ilalang—keburukan/ kelemahan dan gandum—kebaikan/ kekuatan. Keduanya bertumbuh bersama di dalam diri kita. Pertumbuhan kebaikan atau keburukan semuanya itu tergantung dari kita, memfokuskan pemeliharaannya kepada keburukan atau kebaikan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







