Orang yang berkualitas adalah orang yang berani menjawab YA atas setiap pilihan dan panggilan TUHAN, apapun itu, panggilan sebagai kaum terbaptis maupun sebagai kaum tertahbis. Ya yang bertanggung jawab, YA yang setia, Ya yang tidak berubah menjadi tidak, Sebab di dalam YESUS hanya ada YA, YA yang memampukan kita untuk menjawab YA juga.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Hari ini, kita mendengarkan kembali lanjutan kotbah YESUS di bukit. Yesus mengatakan “Kalian ini garam dunia…. Kalian ini cahaya dunia. Kata-kata YESUS menggugah kesadaran kita sebagai orang beriman. Orang beriman yang berkualitas di dalam hidupnya. Tak cukup kita hanya mengaku sebagai pengikut YESUS, tapi hidup kita harus menujukkan secara nyata bagaimana menjadi pengikut YESUS itu, pengikut yang setia, pengikut yang berkualitas.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Bertitik tolak dari bacaan suci pada hari ini, kita dipanggil untuk merawat kembali hidup kita dan menjadikannya berkualitas. Hidup yang berkualitas,seturut bacaan hari ini adalah hidup yang menjadi garam bukan di laut, dan menjadi terang bukan di siang hari. Artinya, kehidupan kita akan semakin berguna bila kita berani keluar dari zona nyaman dalam kehidupan kita. Jangan takut untuk menjadi berbeda dan berkualitas.
Setiap kita memiliki “garam” dalam kehidupan ini, akan tetapi, apakah garam kehidupan kita mampu mengawetkan rasa KASIH SAYANG, CINTA dan PERHATIAN? Ataukah sebaliknya, garam kita telah kekurangan asinnya sehingga menjadi garam yang justru mengawetkan rasa dendam, amarah, kebencian, iri hati dan kesombongan. Di samping memilki garam yang mesti mampu menggarami diri sendiri dan sesama, kita juga memilki TERANG di dalam kehidupan kita saat ini. TERANG yang berkualitas, adalah terang yang mampu membawa orang untuk keluar dari suasana kegelapan di dalam hidupnya. Terang kita tak semestinya suram bila hidup kita tidak terpisah dan jauh dari TERANG sejati yaitu YESUS. Semakin kita hidup dalam KRISTUS maka hidup kita akan semakin bercahaya, menjadi pelita bagi diri sendiri dan sesama. Sebaliknya, kita akan semakin kehilangan terang dalam hidup ini bila kita perlahan tapi pasti menjauh dari cinta KASIH TUHAN.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












