Cepat, Lugas dan Berimbang

Renungan Katolik, Doa Seorang Ibu

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Kuasa doa akan mengalir dalam diri setiap orang yang dalam doanya berani untuk merendahkan diri di hadapan Allah. Mengakui dengan rendah hati segala kekurangan dan keterbatasan diri, mengakui bahwa kita orang berdosa dan tidak layak untuk didengar. Selain itu, Kuasa doa ini mengalir dalam diri setiap orang yang memiliki iman yang hidup, iman yang tidak tinggal dalam rumusan kata-kata. Tetapi iman yang berbuah nyata dan perbuatan setiap hari.

Pada hari ini, kita telah melihat kisah heroik yang ditunjukkan oleh seorang ibu, perempuaan Kanaan yang tak jemu-jemunya memohon belas kasih Allah bagi anak perempuannya. Dialog “penolakan” antara Yesus dan perempuan Kanaan melukiskan perempuan Kanaan itu sebagai teladan iman. Kepercayaan perempuan Kanaan ini tidak serta merta lemah dan merosot ketika ia tidak menerima pertolongan secara langsung.

Meskipun ia menerima “penolakan” harus menunggu lama dan menemukan rintangan dan tantangan untuk berjumpa dengan Yesus, Ia tak henti-hentinya berdoa dan menyerahkan seluruh diri dan hidupnya ke dalam tangan dan kasih Penyelenggaraan Allah. Alhasil, kita lihat di akhir kisah ini bahwa seketika itu juga anaknya sembuh ketika Yesus berkata bahwa “Hai Ibu, besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang Kaukehendaki.”

Perempuan Kanaan ini tampil dalam kisah ini mau menunjukkan kepada kita iman seorang ibu yang tak kunjung padam dan mati meski harus melewati banyak tantangan demi kebaikan dan kebahagiaan anaknya. Inilah warisan rohani yang telah ibu ini berikan kepada anaknya yakni iman yang hidup dan teguh dan kasih yang total dan utuh bagi anaknya. Kasih dan Iman hendaknya mendorong kita untuk senantiasa berdoa dan menjiwai seluruh hidup dan pelayanan kita. Baik di dalam keluarga maupun di dalam komunitas kita.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN