HPN 2026 di Manggarai Barat pun menjadi lebih dari sekadar perayaan kebebasan pers. Ia menjelma menjadi momentum untuk menyuarakan suara pinggiran—tentang anak-anak yang berjalan dua kilometer melewati jalan rusak, tentang ruang kelas yang lantainya hancur, dan tentang harapan sederhana: buku, air bersih, dan akses yang layak.
Di tengah segala keterbatasan itu, semangat belajar anak-anak Tiwu Nampar tetap menyala. Dan di Hari Pers Nasional tahun ini, buku-buku kecil yang dibagikan menjadi simbol bahwa harapan akan selalu ada, selama masih ada yang peduli dan mau turun langsung ke lapangan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan