Refleksi HPN, AWAMB Giat Karitatif di Pelosok Mabar

Namun, di balik rasa syukur itu, Abdul Karim membuka realitas pahit yang dihadapi sekolahnya. Persoalan utama bukan hanya kekurangan alat tulis, melainkan akses jalan menuju sekolah yang sangat sulit dilalui.

“Jalan ke sekolah sangat memprihatinkan. Itu yang paling berat. Kami berharap bisa diperhatikan agar akses lebih lancar,” ungkapnya.

Selain itu, krisis air bersih masih menjadi masalah serius. Listrik memang sudah tersedia, tetapi air minum layak belum memadai. Kondisi bangunan pun belum sepenuhnya layak: dua ruang kelas mengalami kerusakan pada lantai dan dinding, namun tetap digunakan karena keterbatasan ruang.

Mantan Kepala SDN Jati Makmur, Maximus Madun Da Sales, mengenang perjuangan panjang berdirinya sekolah tersebut. Sekolah ini dirintis sejak 2001 bersama masyarakat, bahkan sebelum Manggarai Barat menjadi kabupaten definitif.

“Tahun 2001 kami bersama orang tua mengusulkan pendirian sekolah ke Dinas Pendidikan di Ruteng. Waktu itu belum ada Kabupaten Manggarai Barat. Perjuangannya panjang,” tuturnya.

Proses belajar mengajar dimulai sekitar 2002 sebagai kelas jauh dari SD induk, dan pada 2008 resmi berstatus SD Negeri.

Meski kini telah berdiri sebagai sekolah negeri, tantangan belum berakhir. Akses jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer dari pertigaan menuju kampung dan sekolah masih menjadi hambatan utama.

“Harapan kami Pemda bisa membantu, baik jalan maupun air minum. Itu kebutuhan mendasar kami,” tegasnya.

Kegiatan AWAMB di Tiwu Nampar menghadirkan potret kontras: di satu sisi, geliat pembangunan pariwisata premium Labuan Bajo; di sisi lain, realitas pendidikan di pelosok yang masih berjuang dengan jalan rusak, ruang kelas retak, dan keterbatasan air bersih.

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses