Ia menyebut, tiga pilar pertama telah berhasil dijalankan secara maksimal, sementara dua pilar terakhir masih terus didorong karena cakupan pelaksanaannya masih di bawah 75 persen.
Dukungan lintas sektor sangat diharapkan, termasuk dari tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat, agar program STBM dapat berjalan maksimal. “Kami terbuka bekerja sama dengan NGO untuk mendorong percepatan capaian lima pilar STBM,” tambahnya.
Sementara, pengawasan pengelolaan makanan dan minuman di tingkat rumah tangga dilakukan melalui survei kualitas air. Tahun ini, Puskesmas La’o telah mengambil 30 sampel air dari rumah tangga, baik air yang sudah dimasak maupun belum. Sampel tersebut kemudian diuji secara mikrobiologis dan kimia terbatas untuk memastikan aspek kebersihan, bau, rasa, dan warna.


Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UPTD Puskesmas La’o dalam membangun masyarakat sehat melalui pendekatan preventif dan promotif berbasis partisipasi aktif warga.
Fransiskus menegaskan bahwa Puskesmas La’o sudah berhasil menjalankan pilar pertama hingga ketiga dalam program STBM, namun pilar keempat dan kelima masih menjadi fokus utama karena cakupan pelaksanaannya masih di bawah 75 persen.
Ia mengajak semua pihak, termasuk lintas sektor, tokoh agama, dan masyarakat umum, untuk bersama-sama mendukung penuh program ini. Dukungan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga sangat diharapkan agar upaya peningkatan sanitasi ini berjalan lebih efektif. “Kami berharap Puskesmas La’o bisa menjadi yang pertama mendeklarasikan keberhasilan pelaksanaan lima pilar STBM secara penuh,” tutupnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












