Puskesmas La’o Pelopor Deklarasi Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Sementara, untuk menjamin kualitas air yang dikonsumsi, pihaknya juga secara rutin melakukan uji kualitas air minum di tingkat rumah tangga. Selain itu, pengendalian vektor penyakit seperti nyamuk, tikus, dan hewan penular lainnya dilakukan secara terukur melalui fogging atau penyemprotan insektisida di titik-titik rawan, sebagai langkah preventif penyebaran penyakit.

Ia menambahkan, tahun ini petugas Puskesmas telah melakukan survei terhadap kualitas air di 30 rumah tangga sebagai bagian dari pengawasan kualitas pengelolaan makanan dan minuman. Sampel yang diambil mencakup air yang telah dimasak maupun yang belum dimasak, untuk selanjutnya diuji secara mikrobiologi – meliputi warna, bau, dan rasa serta dilakukan juga pemeriksaan kimia terbatas.

Apabila ditemukan kandungan bakteri atau unsur kimia yang tidak memenuhi standar, hasil pemeriksaan tersebut akan ditindaklanjuti langsung ke rumah tangga bersangkutan guna memberikan edukasi dan perbaikan kualitas air konsumsi mereka. “Hasil pemeriksaan difollow up kembali ke rumah tangga yang bersangkutan untuk memperbaiki kualitas airnya ketika ditemukan adanya kandungan bakteri do dalam air atau kandungan kimia yang tidak memenuhi standar,” kata Fransiskus.

Selain melakukan pengawasan, tim puskesmas juga aktif menggelar pelatihan dan pendidikan masyarakat yang mencakup pelatihan kader kesehatan lingkungan serta penyuluhan tentang sanitasi di sekolah-sekolah dan berbagai komunitas. Survei lingkungan juga dilakukan secara berkala dengan pengumpulan data sanitasi yang kemudian dilaporkan ke Dinas Kesehatan untuk langkah lanjutan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel