Meskipun terkadang keputusannya terkesan tidak terlalu matang, di balik itu ada keinginan mendalam untuk menemukan kembali jati diri mereka, dengan dukungan dari komunitas yang memberikan rasa diterima.
Kenapa Bisa Terlihat Lebih Heboh dari Remaja?
Jawaban atas pertanyaan ini sangat sederhana, karena puber kedua datang tanpa filter usia. Remaja masih dibatasi orang tua, norma, dan rasa takut. Sementara emak-emak? Sudah punya keberanian hidup. Mereka berani tampil. Berani berekspresi. Berani jadi pusat perhatian. Kadang terlalu berani-sampai logika ikut kabur. Bukan karena ingin merusak nilai, tapi karena akhirnya merasa “aku juga masih ada.”
Yang penting adalah kita tidak hanya melihat sisi negatif dari “puber kedua” yang diperkuat oleh media sosial. Alih-alih menyalahkan atau menganggap remeh, perlu ada pemahaman bahwa ini adalah fase transisi yang normal, dan media sosial menjadi wadah untuk mencari validasi yang mungkin tidak mereka dapatkan di lingkungan sekitar.
Dengan membimbing mereka untuk menggunakan media sosial dengan lebih bijak dan memverifikasi informasi sebelum berbagi, keberanian yang mereka miliki bisa diarahkan ke hal-hal yang bermanfaat, bukan hanya menjadi suara yang berisik tanpa dasar yang kuat.
Apakah Anda pernah melihat atau merasakan sendiri bagaimana interaksi di media sosial bisa memengaruhi sikap emak-emak di sekitar kita, atau mungkin ada cerita positif yang Anda tahu tentang bagaimana mereka menggunakan platform tersebut untuk hal yang baik?
Tanda-Tanda Puber Kedua Emak-Emak di Medsos
Tanpa menghakimi, berikut fenomena yang sering terlihat:
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







