“Seperti ada tangan Tuhan dalam penyelidikan ini,” kata seorang penyidik.
Bukti Versi CCTV dalam Hardisc
Dan benar, hasil rekaman itu kini menjadi salah satu bukti terkuat soal rencana penembakan Brigadir J.
Dalam rekaman itu, Putri Candrawathi datang duluan di rumah dinas Duren Tiga, sektiar pulu 17.16.
Dia datang menggunakan Lexus B-1-MAH dengan iringan dari Bripka Ricky dan Kuat Maruf.
Sementara Brigadir J dan Bharatu Prayogi cuma sampai di teras.
Lima menit berselang, Ferdy Sambo datang dengan Lexus B-3194-RFP.
Saat Ferdy Sambo turun dari mobil, Prayogi melihat pistol Ferdy Sambo terjatuh.
Di rekaman itu juga Ferdy Sambo terlihat mengenakan sarung tangan berwarna hitam.
Adegan pistol jatuh itu kuatkan dengan adegan dalam rekonstruksi ulang penembakan Brigadir J.
Benar kata orang, tidak ada yang sempurna dalam sebuah kejahatan.
Dan skenario yang sudah Ferdy Sambo susun matang-matang, hancur berantakan. Salah satunya karena munculnya sosok istri Kompol Baiquni Wibowo bernama Dhania Choirunnisa.
Melansir Fotokita.net, sebelum menikah dengan Kompol Baiquni, Dhania Choirunnisa pernah bekerja di Garuda Indonesia.

Dia menikah dengan anak buah Ferdy Sambo itu pada 18 Mei 2014, atau sekitar delapan tahun yang lalu.
Meski telah menjadi “pahlawan”, Dhania kini harus menerima kenyataan pahit. Suaminya telah dipecat secara tidak terhormat dari institusi kepolisian Republik Indonesia.
Kompol Baiquni adalah salah satu tersangka obstruction of justice, menghalangi pengusutan kasus penembakan Brigadir J.
Pemecatan Kompol Baiquni dilakukan berdasarkan hasil sidang komisi kode etik Polri (KKEP) yang diketuai oleh Nissi Elizabeth pada Jumat (2/9).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



