Polosnya Dhania Choirunnisa Serahkan Bukti Penting Kasus Sambo Meski Suaminya Dipecat

Dhania Choirunnisa
(Foto: Kompas.com/ Kristianto Purnomo)

Jakarta, infopertama.com – Dhania Choirunnisa, istri Kompol Baiquni dengan polos menyerahkan salah satu bukti penting kasus pembunuhan Brigadir Yoshua kepada timsus Polri.

Namun, kepoloson Dhania Choirunnisa bak memakan buah simalakama. Satu sisi, Dhania ikut membongkar skenario Ferdy Sambo dalam kasus penembakan Brigadir j.

Sementara di sisi lain, Dhania Choirunnisa harus menerima kenyataan, suami tercintanya, Kompol Baiquni Wibowo, pecat secara tak terhormat dari Polri. Dugaannya bahwa sang suami ikut menghalang-halangi penyidikan kasus penembakan Brigadir J.

Ketahui, sebelum menjadi istri Kompol Baiquni delapan tahun yang lalu, Dhania Choirunnisa punya pekerjaan yang mentereng di maskapai terbesar di Indonesia.

Istri Kompol Baiquni tiba-tiba muncul saat penyidik yang menggeledah rumah Kompol Baiquni mengalami kebuntuan.

Pasalnya, barang bukti utama kasus penembakan Brigadir J temukan dalam kondisi rusak.

Laptop pecah jadi dua, CCTV rusak, begitu pun dengan barang bukti lainnya.

Tak menemukan apa-apa, polisi pun hendak balik badan.

Tapi persis di momen itulah, Tuhan mengirimkan utusannya, tiba-tiba istri Baiquni keluar.

Bukan untuk menawarkan minuman hangat, dia menawarkan sesuatu yang di luar dugaan.

Istri Kompol Baiquni mendatangi petugas dengan membawa sebuah hardisk eksternal sembari bilang, “Ini nggak sekalian dibawa?”

Bak ketiban durian runtuh, polisi segera membuka isi hardisk ekternal itu sesampainya di Mabes Polri.

Mereka kaget dengan isinya. Itu adalah dokumen CCTV pos satpam depan rumah Ferdy Sambo yang selama ini mereka cari.

“Seperti ada tangan Tuhan dalam penyelidikan ini,” kata seorang penyidik.

Bukti Versi CCTV dalam Hardisc

Dan benar, hasil rekaman itu kini menjadi salah satu bukti terkuat soal rencana penembakan Brigadir J.

Dalam rekaman itu, Putri Candrawathi datang duluan di rumah dinas Duren Tiga, sektiar pulu 17.16.

Dia datang menggunakan Lexus B-1-MAH dengan iringan dari Bripka Ricky dan Kuat Maruf.

Sementara Brigadir J dan Bharatu Prayogi cuma sampai di teras.

Lima menit berselang, Ferdy Sambo datang dengan Lexus B-3194-RFP.

Saat Ferdy Sambo turun dari mobil, Prayogi melihat pistol Ferdy Sambo terjatuh.

Di rekaman itu juga Ferdy Sambo terlihat mengenakan sarung tangan berwarna hitam.

Adegan pistol jatuh itu kuatkan dengan adegan dalam rekonstruksi ulang penembakan Brigadir J.

Benar kata orang, tidak ada yang sempurna dalam sebuah kejahatan.

Dan skenario yang sudah Ferdy Sambo susun matang-matang, hancur berantakan. Salah satunya karena munculnya sosok istri Kompol Baiquni Wibowo bernama Dhania Choirunnisa.

Melansir Fotokita.net, sebelum menikah dengan Kompol Baiquni, Dhania Choirunnisa pernah bekerja di Garuda Indonesia.

Dhania Choirunnisa
Pernikah Kompol Baiquni dengan Dhania (ist)

Dia menikah dengan anak buah Ferdy Sambo itu pada 18 Mei 2014, atau sekitar delapan tahun yang lalu.

Meski telah menjadi “pahlawan”, Dhania kini harus menerima kenyataan pahit. Suaminya telah dipecat secara tidak terhormat dari institusi kepolisian Republik Indonesia.

Kompol Baiquni adalah salah satu tersangka obstruction of justice, menghalangi pengusutan kasus penembakan Brigadir J.

Pemecatan Kompol Baiquni dilakukan berdasarkan hasil sidang komisi kode etik Polri (KKEP) yang diketuai oleh Nissi Elizabeth pada Jumat (2/9).

“Pemberhentian dengan tidak terhormat dari anggota kepolisian,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (2/8/2022).

Dalam sidang KKEP, Baiquni juga ditetapkan melakukan perbuatan tercela dan diberikan sanksi penempatan khusus selama 23 hari.

Hasil sidang diputuskan secara kolektif kolegial oleh para pemimpin dan anggota sidang.

Sidang etik itu berlangsung selama 12 jam mulai dari 09.30 WIB dengan menghadirkan 4 saksi.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali memecat anggotanya, yakni Kompol Baiquni Wibowo karena terlibat kasus obstruction of justice atau upaya menghalangi pengusutan perkara Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.