PLTA Sipansihaporas Cegah Banjir Kayu saat Bencana Sumatra

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo menegaskan bahwa kehadiran PLTA Sipansihaporas merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan infrastruktur yang adaptif terhadap risiko alam, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

“Bendungan PLTA Sipansihaporas memiliki peran dalam menahan material banjir dari wilayah hulu, sehingga dampak yang dirasakan masyarakat di hilir dapat diminimalkan. Pada saat bersamaan, PLN terus menjaga keandalan sistem kelistrikan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski menghadapi kondisi alam yang ekstrem,” ucap Rizal.

PLTA Sipansihaporas berlokasi di Desa Husor, Desa Sibuluan, dan Desa Sihaporas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Mengandalkan potensi aliran air dari kawasan pegunungan, pembangkit ini menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan Sumatera Utara, sekaligus bagian dari bauran energi terbarukan nasional.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menjelaskan bahwa secara teknis PLTA Sipansihaporas dirancang untuk mampu mengendalikan aliran air saat curah hujan tinggi. Sistem bendungan dan saluran air berfungsi menahan sedimen serta material padat, termasuk kayu gelondongan yang terbawa banjir, sehingga tekanan aliran ke wilayah hilir dapat dikendalikan.

“PLTA Sipansihaporas memanfaatkan aliran air dari tiga sungai, yakni Sungai Aer Paramaan, Sungai Aek Natolbak, dan Sungai Aek Bargot. Saat terjadi banjir, sistem bendungan dan saluran air berfungsi menahan kayu gelondongan serta sedimen sehingga aliran ke wilayah hilir tetap terkendali,” jelas Ruly.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel