Menurutnya, keberhasilan pengembangan panas bumi tidak hanya diukur dari tercapainya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan serta menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Dalam setiap tahapan proyek, PLN terus mengedepankan komunikasi yang terbuka melalui sosialisasi, Forum Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (FPIC), serta dialog bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan masyarakat adat, termasuk melalui pertemuan di rumah-rumah adat. Kami meyakini bahwa pengembangan energi panas bumi harus berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan, penghormatan terhadap nilai-nilai sosial budaya, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Manurung.
PT PLN (Persero) UIP Nusra menghargai berbagai pandangan, masukan, dan rekomendasi yang disampaikan dalam forum tersebut sebagai bagian dari proses dialog yang konstruktif.
PLN berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan, menjalankan setiap tahapan pengembangan proyek sesuai ketentuan yang berlaku, serta terus melakukan penyempurnaan pelaksanaan proyek dengan memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











