“Sebentar lagi, kita akan memasuki musim penghujan yang cenderung meningkatkan jumlah kasus DBD. Untuk itu saya menghimbau seluruh masyarakat NTT untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan langkah 4M (Menguras, Menutup, Mengubur dan Memantau) Plus gunakan obat nyamuk, kelambu dan tanam tanaman pengusir nyamuk serta segera ke fasilitas kesehatan jika ada gejala-gejala DBD,” Himbau Pj Gubernur NTT.
Dalam akhir sambutannya Pj Gubernur menekankan implementasi teknologi ini dapat berhasil mengurangi jumlah kasus DBD jika ada kerja kolaborasi dari pemangku kepentingan dan partisipasi aktif dari masyarakat demi mewujudkan NTT Maju dan Sejahtera melalui upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama Penjabat Wali Kota Kupang mengatakan Pemerintah Kota Kupang menyambut baik Implementasi Inovasi Wolbachia dalam mengatasi wabah DBD yang masih menjadi masalah kesehatan serius masyarakat Kota Kupang.
“Jumlah kasus DBD di Kota Kupang telah menurun, jumlah khasus DBD di Kota Kupang berada diangka 187 kasus, jauh dari jumlah khasus di Tahun 2022 yang berada di angka 455 kasus”. Jelas Pj Wali Kota.
“Kota Kupang telah menerapkan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan langkah 4M (Menguras, Menutup, Mengubur dan Memantau) serta menurunkan petugas lapangan untuk mensosialisasikan pencegahan dan mengurangi kasus DBD,” tambah Pj Wali Kota Kupang.
Dalam Laporan yang disampaikan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S.M, MARS, Kota Kupang merupakan kota ke-4 (empat) yang melauncing Implementasi Wolbachia setelah kota Semarang, Kota Bontang dan Kota Denpasar.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







