Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake., SH., MDC dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan karena telah memilih Kota Kupang sebagai salah satu dari 5 (lima) kota Pilot Project Implementasi Wolbachia. Dan, berharap NTT mendapat tempat istimewa di hati Bapak Menteri Kesehatan RI.
“Pemerintah dan Masyarakat Nusa Tenggara Timur mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan khususnya kepada Bapak Menteri, karena telah memilih Kota Kupang sebagai salah satu dari 5 (lima) kota Pilot Project Implementasi Wolbachia dan semoga NTT memiliki tempat teristimewa di hati bapak Menteri,” Ucap Pj Gubernur NTT.
Pada Kesempatan itu, Pj Gubernur NTT menjelaskan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan yang serius di NTT. Semua Kabupaten/Kota di NTT masuk kategori endemik penyakit Dengue dengan hampir setiap tahun terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) serta peningkatan kasus dan kematian di beberapa daerah. Tahun 2022, ada kasus 3.376 kasus dengan 29 kasus kematian. Beberapa Kabupaten/Kota dengan kasus tertinggi yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Sikka, Sumba Barat Daya, Kota Kupang dan Sumba Barat. Sedangkan, kasus kematian tersebar di 13 Kabupaten/Kota termasuk di Kota Kupang dengan 1 kasus kematian.
“Pemerintah Provinsi NTT berharap dengan terpilihnya Kota Kupang dalam Implementasi Teknologi Wolbachia dapat meningkatkan pemahaman masyarakat NTT tentang teknologi ini. Selain itu, kami juga berharap agar nantinya implementasi teknologi Wolbachia ini dapat diperluas ke 21 Kab. lainnya di NTT sehingga dapat mengurangi kasus DBD di NTT secara signifikan,” tambah Pj Gubernur NTT.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







