2. Tekanan Memengaruhi Respons Otak
Secara biologis, tekanan yang dirasakan mengaktifkan amigdala, bagian otak yang berperan sebagai pusat deteksi ancaman. Di saat yang sama, fungsi prefrontal cortex, yang bertanggung jawab atas penilaian rasional dan regulasi emosi, menjadi melemah.
“Kondisi ini membuat otak masuk ke mode fight or flight, sehingga respons yang muncul cenderung defensif dan agresif, bukan reflektif,” ucap dr Riati.
Untuk itu, perilaku galak saat ditagih bukan semata-mata persoalan sikap. Hal tersebut merupakan respons psikologis dan biologis terhadap stres, rasa malu, serta ancaman terhadap identitas diri dalam kondisi finansial yang tertekan.
Lebih Galak Saat Ditagih Utang Bukan Gangguan Kejiwaan
dr Riati menegaskan bahwa reaksi galak saat ditagih utang tidak serta-merta menandakan gangguan kejiwaan. Hal tersebut dalam banyak kasus merupakan reaksi wajar saat seseorang merasa tertekan.
“Masalah keuangan membuat tubuh dan pikiran berada dalam kondisi stres. Ketika ditagih, perasaan malu, takut, dan terpojok bisa muncul bersamaan, sehingga orang bereaksi dengan emosi tinggi. Ini lebih mirip refleks orang yang kaget, bukan karena sakit jiwa,” katanya.
Jika kemarahan hanya muncul pada situasi tertentu dan tidak terus-menerus, hal tersebut masih termasuk reaksi stres yang normal.
Namun, dr. Riati mengingatkan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, seperti kemarahan sering muncul di berbagai situasi, sulit dikendalikan hingga menyakiti orang lain, serta disertai keluhan lain, seperti gangguan tidur berat, rasa putus asa berkepanjangan, atau perilaku berisiko.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











