Beberapa personel polisi sudah menunggu di rumah kades tersebut, kemudian petugas mengajak K untuk ke rumahnya dengan dalih menjenguk bayi korban. Beberapa saat kemudian petugas mengajak K untuk ke Blora dengan menggunakan mobil.
“K sepertinya tidak tau kalau akan ditangkap polisi. Setelah itu, ibu korban disusulkan juga ke Blora. Sepertinya untuk dimintai keterangan. Tapi baru pulang ke rumah sekitar pukul 2.00. Saya menunggu di rumah ini bersama beberapa tetangga,” ungkap D, paman korban.
Sebelumnya, Kapolres Blora AKBP Fahrurozi menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak. Seperti keluarga korban, Kepala Desa setempat, juga orang-orang yang dianggap dekat dengan korban.
“Sudah ada kecurigaan-kecurigaan yang mengarah, namun perlu pembuktian. Tidak hanya sekedar kecurigaan,” lanjutnya.
Penyidik juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak yang ahli dalam melakukan tes Deoxyribonucleic Acid (DNA). Namun mantan Kapolres Purworejo itu belum bisa memastikan waktu pelaksanaan tersebut.
“Tinggal satu item lagi yang belum kita buktikan, yaitu tes DNA. Namun waktunya menunggu dari tenaga ahli. Karena menyangkut dengan kondisi anak. Jangan sampai tes DNA malah berdampak tidak baik terhadap si anak,” tegasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











