Philips Gobang sebagai keynote speaker mengatakan generasi milenial merupakan tumpuan transformasi digital Indonesia. Pemuda Katolik juga harus turut menyumbang ide dan tenaga dalam percepatan transformasi digital ini.
“Hal ini bertujuan untuk mendorong pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Maka prinsipnya adalah terlibat mengakselerasi transformasi digital ini,” sebut Philips.
Regina Vianney juga menyampaikan hal yang sama. Bahwa lanskap perekonomian global menuju tatanan ekonomi baru dengan percepatan adopsi teknlogi digital menjadi sendi baru dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia. Sejalan dengan ini peluang digital ekonomi juga terbuka lebar bagi generasi milenial. Maka itu para pelaku usaha, pemerintah, dan para stakeholder lainnya perlu mensinergikan situasi ini agar ekonomi Indonesia tetap sehat.



Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma mengapresiasi Banten yang berani menguatkan resonansi digital entrepreneur. Menurutnya dengan segala kemudahan yang ditawarkan teknologi, suatu bisnis dapat menjangkau pelanggan di seluruh penjuru dunia dengan cepat. Hal itulah yang menjadi alasan Pemuda Katolik harus menjadi talent digital entrepreneurship.
“Dari digital entrepreneurship ini diharapkan kader Pemuda Katolik dapat merancang serta memasarkan suatu produk. Menjangkau dan memberikan pelayanan prima kepada konsumen, mengelola keuangan, berkolaborasi dengan mitra. Serta, menganalisa peluang, strategi, risiko, target pemasaran, dan sebagainya,” sebut Gusma.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
