Cepat, Lugas dan Berimbang

Mengenal Keindahan Alam dan Stalagmit Petak Sawah di Gua Liang Woja

Gua Liang Woja

Terdapat Tetesan Embun dari Atap Langit Gua

Pada stalagtit yang tumbuh dari langit gua Liang Woja. Muncul tetesan embun. Embun tersebut terasa begitu dingin.

Bahkan lebih dingin dari embun pagi. Seperti butiran salju tepatnya. Embun tersebut tetes teratur. Jika anda perhatikan tetesan embun setiap 2 menit sekali jatuh dan membasahi lantai Gua.

Terdapat Stalagmit Menyerupai Petak Sawah

Pada salah satu ruangan di dalam Gua Liang Woja, Anda akan melihat stalagmit persis menyerupai petak sawah. Petak itu berbaris miring dengan rapih.

Barisanya mirip Spiderrice atau sawah lodok yang ada di Cancar, Kecamatan Ruteng. Sedangkan, di tepi atas sawah terdapat stalagmit menyerupai saluran irigasi. Saluran tersebut seperti terbuat untuk mengaliri air ke sawah.

Di sekitar stalagmit sawah, terdapat beberapa tumpukan debu tanah berwarna hitam. Menyerupai tepung kopi. Saat menyentuh, tumpukan tepung kopi tersebut terasa dingin namun kering karena tak tersentuh basah embun.

Selain itu, ada juga tumpukan debu seperti pasir halus warnah putih meyerupai pupuk tanaman padi di sawah.

Keberadaan mini spiderrice tersebut, membuat Gua Liang Woja memiliki daya tarik tersendiri dan berbeda.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN