Mengenal Keindahan Alam dan Stalagmit Petak Sawah di Gua Liang Woja

Gua Liang Woja

Keunikan itu membuatnya lebih istimewa dari kebanyakan Gua yang ada di Manggarai.

Menurut Andy Paju, keberadaan stalagmit yang menyerupai sawah itulah yang membuat nenek moyang mereka dahulu menyebut gua itu dengan nama Liang Woja.

“Dalam bahasa Manggarai, Liang artinya Gua sedangkan Woja artinya padi. Sementara padi umumnya tanam di sawah. Jadi ada keterkaitan antara petak sawah dan padi sehingga munculah nama Liang Woja,” kata Andy.

Dengan demikian, terminologi Liang Woja bisa sebagai sebuah Gua yang di dalamnya memiliki stalagmit menyerupai atau berbentuk petak sawah.

Ruangan Besar Jadi Tempat Ibadat

Di ruangan utama Gua atau ruangan yang pertama Anda temui saat masuk, terdapat rancangan bambu. Warga sekitar membuat Rancangan tersebut berbentuk bangku.

Bangku itu gunakan sebagai tempat duduk saat umat katolik Stasi Golo hendak beribadat.

Menurut Andy Paju, sebelum memiliki Kapela, dahulu umat katolik kampung Golo menggunakan Ruang di Gua Liang Woja sebagai tempat untuk melaksanakan Ibadat.

Terutama saat Ibadat sabda setiap Minggu.

“Sekarang karena telah memiliki kapela, ruangan di Gua Liang Woja hanya gunakan untuk beribadat pada saat pembukaan dan penutupan bulan Santa Maria,” kata Andy.

Dekat dengan sungai

Di dekat Gua Liang Woja, anda akan menemui aliran air sungai yang penuh batu-batu besar. Namanya Wae Kebong. Airnya begitu jernih dan segar.

Menariknya, ada juga beberapa kolam kecil di bawa pancuran sungai itu. Kolam tersebut terbentuk secara alami. Jika sebelum masuk atau saat keluar dari gua, badan Anda terasa gerah. Boleh singgah sebentar untuk mandi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel