Jangan Tanya Berapa Lama di Partai, tapi Apa yang Diberikan
Secara khusus, Yosef menyoroti mentalitas kader. Ia meminta setiap anggota tidak menepuk dada hanya karena merasa senior atau lama bergabung di partai.
Menurutnya, ukuran Loyalitas tidak sekedar lamanya bergabung, karena tidak otomatis mencerminkan keberhasilan seorang kader. Tetapi, diperlukan kontribusi nyata. Yang dinilai adalah karya, tanggung jawab, dan kesediaan berkorban bagi kemajuan partai serta masyarakat.
Ia juga menekankan soal warisan perjuangan, bahwa kader harus meninggalkan jejak manfaat, bukan sekadar catatan nama dalam struktur.


“Jangan pernah bertanya berapa lama kita berada di partai politik, tetapi tanyakan apa yang sudah kita berikan kepada partai dan masyarakat,” ucap Yosef penuh penekanan.
Tiga Rumus Perjuangan: Kerja Keras, Cerdas, dan Ikhlas
Menghadapi kalkulasi politik 2029, DPD PAN Manggarai menetapkan tiga etos kerja utama, yakni Kerja Keras: Diwujudkan lewat kedisiplinan dan kesiapan menjalankan instruksi partai tanpa nanti.
Kemudian, Kerja Cerdas yang ditunjukkan melalui kemampuan merumuskan solusi, menjembatani perbedaan, dan responsif terhadap dinamika warga.
Dan, Kerja Ikhlas dengan menjadi pemandu moral agar kader tidak gampang mengeluh dan siap memberi lebih bagi organisasi.
Perpaduan ketiga etos ini, lanjut Yosef, akan mengonversi setiap langkah politik menjadi kepercayaan publik (public trust).
Filosofi Gendang One, Lingko Pe’ang
Menutup pidatonya, Yosef mengakar narasi politiknya pada kearifan lokal Manggarai melalui falsafah “gendang one, lingko pe’ang” sebagai simbol persatuan arah dan tindakan.
“Satu ketukan gendang, satu arah langkah, satu perjuangan yang sama. Selama kita masih mendengar ketukan gendang yang sama, sejauh apa pun jalan menuju 2029 dan sesulit apa pun rintangannya, saya percaya kita akan sampai bersama-sama,” tuturnya optimis.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












