“Kalau hanya dilatih tapi tidak dipraktikkan, maka transformasi tidak akan pernah terjadi,” katanya.
Ia berharap Kecamatan Ruteng dapat menjadi contoh sukses transformasi pembelajaran yang kemudian bisa direplikasi di seluruh wilayah Manggarai.
“Kalau berhasil di Ruteng, saya yakin bisa berhasil juga di tempat lain. Kita mulai perubahan dari kelas-kelas kecil di kampung,” imbuhnya.
Metode Gasing: Edukatif dan Kontekstual
Koordinator Pendidikan Kecamatan Ruteng, Paskalis Gonggas, menyebut metode Gasing mampu mengintegrasikan berbagai strategi pembelajaran seperti diskusi, permainan edukatif, latihan konkret, dan kerja kelompok, namun semuanya dikemas secara menyenangkan dan sederhana.
“Di metode Gasing, semua pendekatan bisa terwadahi. Tujuannya agar matematika jadi pelajaran yang disukai, bukan ditakuti,” jelasnya.
Yang menarik, para fasilitator dalam pelatihan ini merupakan guru-guru dari empat SD di Ruteng yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan Gasing di tingkat kabupaten. Kehadiran fasilitator lokal dinilai membuat materi pelatihan lebih kontekstual dan dekat dengan realitas kelas masing-masing.
Gerakan Bersama Tingkat Sekolah
Ketua Panitia kegiatan, Fransiskus Malen, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kolaboratif antara pengawas dan kepala sekolah se-Kecamatan Ruteng. Lokasi pelatihan dipilih melalui kesepakatan bersama sebagai bentuk tanggung jawab kolektif.
“Kami ingin ini jadi gerakan bersama. Peserta jangan hanya pulang dengan catatan, tapi pulang dengan semangat untuk berbagi dan menerapkan,” katanya.
Fransiskus juga menyampaikan alasan pemilihan materi pecahan dan desimal, yang menurutnya paling sering menjadi kendala bagi guru dan siswa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






