Noormaidah (2018:98) menyatakan bahwa berdasarkan pelafalannya mantra makumpai kelompokkan ke dalam lima jenis. Yaitu mantra adat istiadat, mantra pelindung, mantra pengobatan, mantra pengasihan, dan mantra penimbul benci.
Pelaksanaan Performansi
Tahapan-tahapan pelaksanaan performansi, lanjut Nenni, merupakan langkah awal dalam menemukan pola tekstual dan nontekstual performansi martabas.
Menurut Nenni, kearifan lokal tekstual dan nontekstual yang terdapat dalam performansi martabas mengandung tiga kearifan lokal utama. Hal ini, sambung Neni berdasarkan tiga jenis tabas dalam pengobatan tradisional pada etnik Simalungun. Dan, kearifan lokal lainnya yang melekat pada kearifan lokal utama.
“Sebagai tradisi lisan, performansi martabas sebaiknya tetap dilakukan sebagai media pengobatan bagi masyarakat setempat dan pemertahanan bahasa-bahasa martabas sebagai kekayaan bahasa dan budaya.” Tegas Nenni berharap.
Selain itu, Nenni berharap instansi pemerintah memberikan perhatian khusus bagi kelangsungan hidup penutur tabas melalui pencatatan pendirian izin pada dinas terkait. Karena hanya penutur tabas yang mampu mempertahankan dan melakukan pewarisan pengetahuan lokal pada generasi muda di kemudian hari.
Kemudian, penelitian-penelitian terkait tradisi martabas terus dilakukan untuk menyempurnakan penelitian-penelitian sebelumnya sehingga menjadi penelitian yang lebih baik.
Pengobatan Tradisional
Pola performansi martabas merupakan performansi pengobatan tradisional yang bertujuan untuk memperoleh kesembuhan atau tercapainya permohonan penutur tabas. Pola ini berkenaan dengan struktur, kaidah, dan formula baik secara tekstual maupun nontekstual.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

