Logika Pemuda Poco Leok Tuntut Cabut SK Penlok Bikin Geleng Kepala Anak SDK Ruteng III

Di kabupaten Manggarai sebut bupati Hery Nabit, satu-satunya sumber kelistrikan itu dari Geothermal hanya ada di wilayah Poco Leok.

Memang benar bahwa listrik itu sebagiannya dialirkan ke Labuan Bajo tuk kepentingan investor di hotel-hotel di Labuan Bajo. Tetapi, banyak anak-anak Manggarai yang berkerja di sana, yang kalau tidak ada listriknya anak-anak itu mungkin tidak bekerja.

Sementara soal rasio elektrifikasi yang hampir 100 persen di Manggarai dan oleh Pemuda Poco Leok menilai tidak perlu lakukan pengembangan demi peningkatan Kapasitas, Hery Nabit beralasan bahwa itu benar jika kondisi hari ini. Namun, yang pemerintah pikirkan tuk 10 – 15 tahun ke depan dimana jumlah penduduk bertambah, sejalan dengan kebutuhan listrik yang meningkat.

Anak-anak kita membutuhkan listrik tuk kegiatan belajar, ngecas HP kita pakai, laptop. Membantu mama-mama memasak menggunakan ricecooker dan seterusnya.

“Jadi, kalau ditanya apakah saya mencabut SK Penlok, saya tegaskan tidak, pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok jalan terus.”

Siswa SDK Ruteng III Geleng-Geleng Kepala

Penasaran dengan aksi damai Aliansi Pemuda PocoLeok yang menolak Geothermal, Siswa SDK Ruteng III, Aust meminta menunjukan kepadanya rekaman video alasan penolakan dimaksud.

Seusai menonton alasan tuntutan itu, Aust lantas menggelengkan kepala mengaku heran dengan alasan yang dikemukakan pemuda Poco Leok terutama soal kenapa listrik dari Ulumbu dijual ke Labuan Bajo.

Aust fokus pada genset yang digunakan pemuda Poco Leok dalam mobil Sound yang mengunakan bahan bakar minyak pertalite.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel