Penanggung jawab bengkel konversi SMK St. Aloisius Ruteng, Gerardus Syukur, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan materi oleh PT Braja Elektrik Motor dan dilanjutkan dengan praktik perakitan hingga Jumat mendatang.
“Motor yang akan dikonversi totalnya lima unit: satu unit Yamaha Scorpio, dua unit Suzuki Thunder, satu unit Megapro, dan satu unit Revo,” jelas Gerardus.
Setelah proses konversi selesai, kendaraan akan menjalani uji tipe untuk memastikan hasil konversi memenuhi standar keselamatan dan laik jalan sebelum memperoleh sertifikat dan STNK kendaraan listrik.
Uji tipe tersebut meliputi pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengereman, pencahayaan, klakson, konstruksi kendaraan, hingga akurasi alat penunjuk kecepatan, guna memastikan kendaraan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
“Informasi dari PT Braja Elektrik Motor, kemungkinan besar lokasi uji tipe akan dilakukan di Kupang. Jadi seluruh kendaraan hasil konversi ini akan dibawa ke sana,” kata Gerardus.
Selain itu, SMK St. Aloisius Ruteng juga akan mengajukan permohonan ke kementerian terkait untuk pengurusan dokumen peralihan dari kendaraan BBM ke kendaraan listrik, dengan pendampingan dari PT Braja Elektrik Motor.
“Kami akan urus seluruh prosesnya hingga penerbitan STNK kendaraan listrik,” tambahnya.
Kegiatan yang melibatkan 10 guru dan 5 siswa SMK Aloisius Ruteng ini merupakan tindak lanjut dari program transisi energi electric vehicle (EV) yang dijalankan PT PLN (Persero) UIP Nusra.
Sebelumnya, SMK Aloisius bersama PLN UIP Nusra telah berhasil memproduksi dua unit motor listrik yang kini telah beroperasi di jalan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan