Komitmen Transparansi, PLN Hadirkan “Matahari dalam Tanah” sebagai Ruang Dialog Energi Bersih

Dengan pendekatan perpaduan jurnalistik dan sinematografi, “Matahari dalam Tanah” menghadirkan suara tokoh adat, petani, perempuan, hingga anak-anak. Film ini sekaligus membuka ruang dialog mengenai bagaimana pembangunan energi hijau dapat berjalan berdampingan dengan nilai tradisi dan ekologi.

Pimpinan Redaksi Harian Pos Kupang, Dion D.B Putra, menegaskan film ini dihadirkan sebagai ruang dengar bersama. Menurutnya, energi baru terbarukan merupakan kebutuhan yang tak terhindarkan, namun implementasinya harus dibangun di atas keterbukaan dan partisipasi publik.

“Film yang kita saksikan tadi adalah ruang dengar. Film ini menyerap semua suara,” ujarnya.

Manager PT PLN (Persero) UPP Nusra 3, Agung Triwibowo, menyampaikan NTT memiliki potensi panas bumi yang besar dan perlu dikelola secara tepat agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memperoleh informasi utuh mengenai geothermal, sehingga film ini diharapkan menjadi sarana edukasi dan literasi energi.

“Ada di dalam film tadi, jangan langsung menolak, lihat dulu. Kalau perlu bandingkan dengan tempat lain yang sudah ada PLTP, apakah di sana rusak atau justru memberikan kemakmuran bagi masyarakat. Jangan langsung menolak, apabila kurang jelas silakan ditanya, kami membuka ruang dialog,” kata Agung.

Senior Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bruly Victor Tarigan, menyampaikan bahwa membangun di ruang ekologi bukan perkara sederhana karena alam menyimpan sejarah sekaligus menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel