Dilanjutkannya, bahwa dalam proses tersebut kemudian terjadi komunikasi secara terbatas melalui WhatsApp dengan Bupati Dompu yang pada prinsipnya hanya berkaitan dengan penyampaian beberapa hal yang saya anggap perlu disampaikan.
“Perlu saya tegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk menyampaikan informasi yang bertujuan menjelekkan ataupun merugikan nama baik pihak manapun,” terangnya.
Menurutnya, hal-hal yang disampaikan dalam komunikasi tersebut semata-mata merupakan pandangan pribadi mengenai beberapa hal yang dianggap penting untuk disampaikan, tanpa adanya maksud untuk mempengaruhi hubungan ataupun dinamika pemerintahan daerah.
“Perlu saya tegaskan bahwa sebelum komunikasi tersebut terjadi, saya secara pribadi tidak memiliki hubungan kedekatan maupun hubungan pribadi dengan bapak Bupati Dompu,” tegasnya.
“Komunikasi yang terjadi juga tidak pernah mengarah pada hubungan pribadi maupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak di media sosial,” tegasnya lagi.
Terkait berbagai isu yang menyebutkan adanya hubungan khusus maupun rencana pertemuan pribadi dengan Bupati Dompu, Nadira Ramayanti menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi.
Apabila terdapat potongan percakapan maupun narasi tertentu yang beredar di media sosial, maka hal tersebut tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan sangat mungkin merupakan informasi yang tidak utuh sehingga menimbulkan penafsiran yang keliru.
“Saya menilai berbagai tuduhan serta narasi yang berkembang di media sosial tersebut sangat merugikan saya secara pribadi sebagai seorang perempuan serta berdampak pada keluarga saya,” cetusnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






