Liang Bua merupakan salah satu situs gua yang terletak di daerah perbukitan karst di wilayah Kab. Manggarai, Flores, Indonesia, seperti mengutip dari laman Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) Kemdikbud.
Gua Liang Bua berlokasi sekitar 14 km di utara Ruteng, Kab. Manggarai, Flores. Dalam bahasa Manggarai, liang bua artinya ‘gua yang sejuk.’
Jika lihat dari morfologinya, Liang Bua memiliki ciri sebagai hunian pada masa prasejarah. Ciri-cirinya antara lain ukuran gua yang dalam, lebar, atap yang tinggi, dan dasar gua luas serta cenderung datar.
Sementara itu, mulut gua Liang Bua menghadap ke timur laut sehingga mendukung manusia saat itu mendapatkan sinar matahari cukup dan sirkulasi udara yang baik. Lokasinya juga dekat dengan aliran sungai Wae Racang dan Wae Mulu sehingga mendukung pertahanan hidup.
Verhoeven berpendapat, perkakas batu temuan di sana kemungkinan dibuat Homo erectus yang berjalan dari Jawa ke Flores sejak 750.000 tahun lalu. Namun, temuannya saat itu tidak terlalu mendapat perhatian paleoantropolog lain.
Konfirmasi Temuan Verhoeven
Hampir 30 tahun kemudian, temuan jejak manusia purba di Flores yang dilaporkan Verhoeven dikonfirmasi tim gabungan Indonesia dan Belanda.
Tim peneliti ini lalu mencari tahu usia alat batu dan fosil di kawasan Cekungan Soa tersebut dengan teknik penentuan usia sedimen purba paleomagnetisme dan analisis jalur fisi zirkon. Hasilnya, temuan mereka diperkirakan berumur 700.000 tahun.
Di akhir 1990-an, lebih banyak kalangan ilmuwan yang mempercayai bahwa ada kemungkinan spesies manusia lain yang sampai ke Flores sebelum Homo erectus muncul di Afrika pada 200.000 tahun lalu.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan