17 Kebakaran Landa Manggarai di Tengah Darurat Gempa M7,7

Ruteng, infopertama.com – Di tengah situasi tanggap darurat bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Kabupaten Manggarai justru dihadapkan pada ancaman baru. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Manggarai mencatat sedikitnya 17 kejadian kebakaran melanda wilayah tersebut sejak 14 Agustus hingga Rabu malam (16/09/2026).

Rangkaian insiden tersebut mencakup kebakaran pemukiman warga, kawasan hutan dan lahan (karhutla), hingga fasilitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Manggarai, Alexius Harimin, mengungkapkan bahwa sebaran titik api tersebar di berbagai wilayah vital:

Kebakaran Pemukiman: Melanda kawasan padat penduduk di Karot, Kumba, dan St. Klaus Kuwu.

Kebakaran Lahan: Terjadi empat kali di Wae Garit, tiga kali di Wae Ces (Ruteng), serta meluas hingga Kelurahan Poco Mal dan Tenda.

Kebakaran TPA: Fasilitas TPA Ncolang terbakar sebanyak empat kali, sementara TPA KM 5 mencatat satu insiden serupa.

Kebakaran Hutan: Terjadi di kawasan Pagal.

Alexius menyayangkan maraknya insiden kebakaran yang terjadi bertepatan dengan masa pemulihan pascagempa M7,7 yang melanda pada 15 Agustus 2026 lalu. Kondisi ini dinilai memperberat beban operasional para petugas di lapangan.

“Sangat disayangkan, di saat kita fokus menangani situasi darurat gempa bumi, kejadian kebakaran justru marak terjadi. Ini tentu menjadi perhatian serius kita bersama,” tegas Alexius saat dikonfirmasi pada Rabu malam (16/09/2026).

Secara khusus, Alexius menyoroti kebakaran hutan di Pagal yang diduga kuat sengaja dibakar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel