Kasus Subang Seharusnya Sudah Ada Tersangka, Begini Cerita Dokter Hastry

Lanjut dia, terkait hal ini, sebenarnya bisa ditarik garis keturunan ibu, siapa tahu ada yang cocok. Namun, hal ini belum dikerjakan Polda Jabar.

“Terus saya bilang, saya punya jam kematian lho. Jam kematian nih. Jam kematian dia dibunuh, karena sudah autopsi dan olah TKP,” terang Hastry.

 

Menurut Hastry, jam Tuti Suhartini dibunuh antara pukul 2 hingga 4 dini hari. Sementara Amel dibunuh pukul 4 sampai 6 pagi.

“Saya bermain dong di jam itu, handphone siapa yang online. Ambillah DNA-nya,” terang Dokter Hastry.

Diakui, di TKP, sudah ada 2 DNA yang diduga pelaku yang asing. Hal itu bisa dicocokkan di sana.

“Udah lah Mas Deddy. Mohon maaf ya Pak Kabareskrim,” ujar Hastry sambil tersenyum.

“Berarti lamban dong,” tanya Deddy Corbuzier.

Sambil tertawa Dokter Hastry berseloroh kalau dia tidak ngomongn seperti itu.

“Saya gak ngomong. Gak pa pa lah, aku dipindah ke kamar mayat lagi,” katanya sambil tertawa.

Dokter Hastry mengaku rela kehilangan jabatannya dengan mengungkap kasus subang ini. Karena dia sudah tersiksa didatangi oleh para korbannya dalam mimpinya.

“Aku nggak ngerti sih bagaimana untuk mempercepat ini, karena ya saya tersiksa kalau Subang itu, datang dalam mimpiku,” katanya.

Dokter Hastry bahkan trauma kalau kasus ini tidak sampai bisa menangkap pelakunya. Dia merasa kasihan dengan korbannya.

“Kasihan korbannya dibunuh seperti itu, bentuknya itu. Datang dalam mimpiku. Tapi aku gak bisa bantu. Rasanya itu depresi gitu. Kok seenak gitu dia bunuh, sadis banget, saya penasaran. Ya, semoga dengan ini terungkap Kasus Subang,” harapnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel