Di sisi lain, Richardus Hariyanto, staf lapangan proyek diakonia pemberdayaan dari Yayasan Ayo Indonesia yang bekerja sama dengan Missionprokur SVD Swiss, menambahkan bahwa KDD Desa Lentang sudah lama memproduksi sayuran untuk tujuan ekonomi dan gizi. Sayuran hasil panen dijual melalui pedagang setempat yang memasarkannya ke Ruteng dan Labuan Bajo.
Mereka bahkan sudah bergabung dalam Forum Pedagang Sayuran Pasar Ruteng, yang semakin memperluas jaringan pemasaran. Setiap anggota rata-rata memperoleh sekitar Rp4.000.000 setiap musim tanam atau tiga bulan sekali.
Meski demikian, Richardus mengungkapkan bahwa ketersediaan air pada musim kemarau menjadi hambatan/tantangan besar. Karena itu, pada musim kering, para anggota memilih mengolah lahan yang dekat dengan sumber air. Ia juga menyampaikan bahwa beberapa anggota telah terhubung dengan KSP CU Florette untuk mendapatkan akses permodalan dan menabung untuk masa depan keluarga mereka.
Maria T. Wanai, Ketua Forum Pelita Keluarga, di KDD Nterlango Desa Poco Likang menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada Athanasius Janes Susanto, siswa kelas 1 SDK Benteng Wake yang memiliki disabilitas fisik. Athanasius menerima seragam sekolah, tas, sepatu, buku tulis, pena, kaos kaki, dan krayon—hadiah yang memberi semangat baru dalam perjalanan pendidikannya.
Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan, Romo Jossy menumpangkan tangan untuk memberikan berkat perutusan bagi semua anggota kelompok. Ia berharap agar bantuan yang diterima hari itu tidak berhenti pada penerimaan semata, tetapi menjadi api yang menyalakan kembali semangat berbagi, saling menopang, dan mencintai sesama. Karena, seperti katanya, kasih hanya dapat hidup jika diteruskan dari satu hati ke hati yang lain.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






