Dengan demikian, Romo Jossy mengajak umat khususnya anggota KDD untuk terus berbagi kasih dan menjadi berkat bagi orang lain.
Dalam kesempatan itu, Romo Jossy juga mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian penuh bagi anak-anak yang memiliki disabilitas. Ia menegaskan bahwa mereka bukan beban, tetapi pribadi yang memiliki potensi dan masa depan. Dengan pendampingan yang penuh kasih, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Rasa haru tak terelakkan ketika Mikael Madel, perwakilan anggota peduli dalam kelompok, menyampaikan apresiasi kepada Romo Jossy.
Ia mengaku baru memahami betapa besar dan luas makna APP setelah mendengar penjelasan mendalam itu. Lebih dari sekadar kewajiban tahunan, APP kini disadarinya sebagai sumber kekuatan untuk membangun kehidupan bersama. Mikael menegaskan bahwa tradisi berbagi sudah menjadi nilai turun-temurun di Manggarai, dan penjelasan itu menguatkan semangat kelompok untuk terus hidup dalam nilai tersebut.
Sebelum sambutan Romo Jossy, Ketua KDD Desa Lentang, Viktoria, memaparkan berbagai kegiatan kelompok sejak tahun 2022. Ia menjelaskan bahwa kelompok telah mengikuti pelatihan melek keuangan, pelatihan pembuatan jamu, pembuatan pupuk organik berbahan karbon, serta studi agribisnis ke beberapa tempat, yaitu di Bajawa dan mengunjungi Rita Diut, salah satu petani sukses di Kakor, Lembor.
Selain itu, kelompok juga telah membangun jejaring dengan pedagang sayur di Pasar Ruteng dan menyelenggarakan Unit Bersama Simpan Pinjam (UBSP) setiap bulan untuk memperkuat solidaritas dan ikatan sosial antaranggota. Dana UBSP sebagian disimpan dalam rekening simpanan harian (SIBUHAR) kelompok sebagai bagian dari Aksi Diakonia di KSP CU Florette.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











