Cepat, Lugas dan Berimbang

Jokowi: Manuver Politik yang Sulit Ditebak?

Jika Mahkamah Konstitusi sudah ditunggangi demi Politik Dinasti, mengapakah, misalnya Politik Identitas mesti diributkan? Bisa saja Anis Baswedan bakal ngeles, “Kenapa sekian ngotot dengan Politik Identitas? Urus tu Politik Dinasti, sana!” Yakinlah, tim Anis-Cak Imin kini lagi merancang strategi demi menggapai kekuasaan.

Di titik inilah manuver politik Jokowi amatlah riskan. Tetap terstigma sebagai dosa politik yang berbau anyir, walau dipaksa untuk mengerti dalam ‘keuntungan demi Bangsa dan Tanah Air.’ Mungkinkah Anis Baswedan dan Cak Imin pun Ganjar Pranowo dan Prof Makhmud, dapat keuntungan dari semuanya?

Mungkinkah risiko berbuah manis?

Tetapi, akan kah di suatu hari dan saatnya nanti, mayoritas pada menepuk dada bahwa ternyata dalam keputusan politik ini tersimpan aura felix culpa, sebuah salah yang membahagiakan? Yang mesti diambil agar tidak berakibat lebih apalagi teramat riskan bagi tatatan yang lebih luas.

Terdengar lagi satu komen lepas! Sepertinya Jokowi lagi berpolitik dua kaki. Sekiranya Prabowo menangkan Pilpres 2024 ini pasti ada untungnya buat Jokowi; Jika yang menang adalah Ganjar Pranowo, Jokowi bakal tak buntung pula. Lain ceritanya jika Anis Baswedan yang unggul. Jokowi bakal puntung serius. Sebab harus berhadapan dengan ‘orang yang pernah dianggapnya tak sanggup pimpin kementerian dan daerah. Dan kini harus memimpin negeri seluas Indonesia?’

Kedaulatan tetap pada rakyat

Bagaimanapun yang mesti serius dipikirkan dan disikapi oleh seluruh tumpah darah Indonesia adalah bahwa bangsa dan negara ini harus tetap bermartabat dan berdaulat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN